Kemendikbudristek Tetapkan Sumenep Warisan Budaya tak Benda

  • Whatsapp
Bupati Sumenep Achmad Fauzi,SH,MH dan Menteri Makarim [Kolase foto: Visit.co.id]

POLICELINE.NET- Untuk kesekian kalinya Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) menetapkan 289 warisan budaya takbenda (WBTb)Indonesia Tahun 2021 yang tersebar di 28 provinsi, salah satunya Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur yang saat ini di pimpin oleh Bupati Achmad Fauzi,SH,MH yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Sumenep.

Mendikbudristek, Nadiem Makarim, menyatakan, penetapan itu harus ditindaklanjuti dengan aksi-aksi nyata sebagai bentuk tanggung jawab dalam melestarikan dan memajukan kebudayaan Indonesia.

Read More

Terkait pemberian Sertifikat WBTb tahun 2021 dari Kemendikbudristek tersebut, Bupati Sumenep, Achmad Fauzi, SH, MH mengajak masyarakat menjadikan hal tersebut sebagai pelecut semangat untuk terus berkarya lebih baik.

“Sertifikat WBTb ini sebagai pelecut semangat bagi kita masyarakat Sumenep agar terus berkarya daengan tidak abai terhadap kebudayaan asli di Kabupaten Sumenep. Apalagi saat ini tantangannya semakin berat ditengah gelombang perubahan zaman yang sangat pesat,”demikian Bupati Sumenep Achmad Fauzi,SH,MH kepada redaksi Policeline.net.Minggu 12 Desember 2021.

Ketua DPC PDI Perjuangan Sumenep ini juga memaknai pemberian sertifikat kemendikbudristek ini sebagai pintu awal membuka kesadaran bersama agar dalam pelestarian budaya tak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah.

“Pelestarian warisan budaya Kabupaten Sumenep tidak hanya menjadi kepedulian pemerintah semata, melainkan juga peran serta masyarakat dalam menghadapi berbagai kondisi perkembangan supaya kebudayaan leluhur itu tidak hilang begitu saja,” tandasnya.

Sebelumnya, Mendikbudristek, Nadiem Makarim dalam sambutannya menjelaskan, bahwa penetapan Warisan Budaya tak Benda itu harus ditindaklanjuti dengan aksi-aksi nyata oleh pemerintah daerah sebagai bentuk tanggung jawab dalam melestarikan dan memajukan kebudayaan Indonesia.

“Semangat pelestarian dan pemajuan ini harus dimiliki oleh seluruh masyarakat Indonesia, termasuk para pelajar sebagai generasi pewaris dan penerus kebudayaan ” demikian Menteri Nadiem memberikan pemantapan yang disampaikan dalam sambutannya yang disiarkan secara daring pada Selasa 7 Desember malam.

Editor: Ferry Arbania

KOMENTAR

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.