Miris! Hersubeno heran kasus dugaan skandal Menteri AH tak tersentuh media, kejanggalan dikuliti

  • Whatsapp

POLICELINE.NET- Kolumnis Hersubeno Arief turut angkat bicara terkait adanya kasus dugaan skandal menteri di kabinet Presiden Jokowi berinisial AH.

Jejaring media sosial sempat dihebohkan dengan meruaknya kabar skandal Menteri AH dengan seorang wanita bernama Rifa Handayani.

“Media sosial dihebohkan dengan adanya kabar yakni laporan skandal intimidasi oleh seorang Ketua Umum parpol dan istrinya terhadap seorang wanita. Nama wanita ini Rifa Handayani. Pria yang jabat sebagai ketum parpol itu juga disebut-sebut jadi salah satu menteri di kabinet Jokowi,” kata Hersubeno dikutip Hops.id dari saluran YouTube Hersubeno Point pada Kamis, 16 Desember 2021.

“Beritanya cukup heboh, saya sudah menerima kabar itu sebelum ada berita di media. Saya dengan selentingan gosip itu,” sambungnya.

Hersubeno Arief. Foto: YouTube

Lebih mengherankannya lagi, kata Hersubeno, kabar yang viral di media sosial tersebut justru tak tersentuh oleh media-media massa nasional.

“Kemudian baru tadi pagi saya mendapatkan beritanya dan yang menarik berita-berita itu tidak muncul di media-media massa konvensional nasional, media-media besar, ini menjadi menarik perhatian. Karena agak aneh kalau berita semacam ini luput dari media massa nasional,” ujarnya.

Padahal kasus ini sudah dilaporkan ke pihak kepolisian, namun mengapa masih tidak dikabarkan oleh banyak media massa.

“Karena ini sudah dilaporkan ke polisi. Yang menjadi pertanyan saya, mengapa berita ini tidak muncul di media massa nasional, apakah mereka memang lolos, bobol, wartawannya diam atau wartawannya hanya mangkal di Mabes Polri tidak mengetahui laporan ini. Atau mereka menganggap what and see, berhati-hati karena berita ini cukup sensitif, apalagi berkaitan dengan ketum parpol besar dan juga seorang menteri,” jelas Hersubeno.

Hersubeno sebaliknya menjelaskan bahwa yang mengabarkan isu skandal Menteri AH ini justru media-media kecil.

Namun justru ada yang janggal, sebuah berita yang dikabarkan oleh media massa justru hilang dan tidak dapat diakses kembali.

“Yang cukup menarik malah berita ini muncul di media-media pinggiran. Agak menarik, ketika pagi saya menerima beritanya masih utuh, masih lengkap. Tapi ketika siang hari beritanya tidak ada lagi, jadi linknya masih ada tapi beritanya tak ada,” imbuhnya.

[hops]

KOMENTAR

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.